Peringati Maulid Nabi, Jamal-Pantas Santuni Anak Yatim

  • Whatsapp
(IST/RADAR NAULI), Pasangan Jamal-Pantas saat menyerahkan santunan dia acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah/2020 Minggu (15/11/2020) di tangkahan Sabena.

SIBOLGA (RADAR)- Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikiota Sibolga Nomor Urut 1, Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing berbagi sosial di Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah/2020 Masehi pada Minggu (15/11/2020) malam di tangkahan Sabena.

Pasangan yang akrab dipanggil Jamal-Pantas atau JP ini memberikan santunan/tali asih kepada seratusan anak yatim piatu yang berada di wilayah Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Jamaluddin Pohan menyampaikan, penyantunan anak yatim piatu tersebut merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim, sesuai apa yang disampaikan Nabi Besar Muhammad SAW serta termaktub dalam ayat Suci Al qur’an.

“Tak hanya anak yatim piatu, anak-anak kurang mampu juga tetap menjadi perhatian serius pasangan Jamal-Pantas. Terutama perhatian ditujukan pada pendidikannya. Apalagi bagi pasangan JP, tak hanya di momen keagamaan berbagi kepedulian, tapi disetiap waktu dimanfaat untuk dapat meringkan beban masyarakat kurang mampu apalagi dimasa Pandemi COVID-19 sekarang ini,” tutur Jamal seraya mengajak semua pihak agar menjadikan momentum Maulid Nabi Besar Muhammad SAW untuk semakin meneladani sikap dan perilaku Nabi Besar Muhammad SAW.

Panitia kegiatan, Midi Syakubat sebelumnya juga mengajak semua pihak khususnya umat muslim agar menjadikan momentum Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW untuk saling mempererat tali silaturahmi diantara sesama umat muslim. Sekaligus bersama-sama meniru segala keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Mari kita jadikan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini untuk semakin mempererat tali silaturahmi diantara kita sesama umat muslim,” tukas Midi.

Al Ustadz Asrad Samosir, selaku penceramah dalam acara itu sebelumnya mengakui bahwa pemberian santunan bagi anak yatim merupakan kewajiban semua umat muslim. Jangan menunggu diri kaya ungkap dia, baru bisa berbagi dengan anak yatim. Karena itu tidak pernah diajarkan Nabi Muhammad SAW.

“Dalam Islam, anak yatim menjadi tanggung jawab bersama dan dengan bertanggung jawab itu lah kita telah meniru dan meneladini akhlak Nabi Muhammad SAW. Selain itu, akan memperkuat persaudaraan kita sesama umat  Muslim,” tukasnya. (red/mik).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *