Pedagang Pasar Sibolga Dukung Jamal-Pantas

  • Whatsapp
(IST/RADAR NAULI), Pasangan Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing foto bersama pedagang yang tergabung dalam HP2SN usai acara silaturahmi, Rabu (11/11/2020) lalu.

SIBOLGA (RADAR)- Ratusan pedagang di Pasar Sibolga Nauli Kota Sibolga secara bulat memberikan dukungan kepada pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Sibolga nomor urut 1, Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing.

Dukungan dari ratusan pedagang yang tergabung di dalam Himpunan Pedagang Pasar Sibolga Nauli (HP2SN) itu disampaikan dalam acara silaturahmi bersama pedagang, Rabu (11/11/2020) lalu.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Ketua HP2SN Bustanil Arifin Panggabean menyampaikan, para pedagang tertarik dengan pasangan JP yang sudah memastkan jika terpilih dan dipercaya menjadi pemimpin di Kota Sibolga tidak akan membiarkan ada pasar dadakan diluar Pasar Sibolga Nauli.

“Ini menjadi salah satu alasan pedagang memilih pasangan Jamal-Pantas (JP). Selain itu, program penataan Pasar Sibolga Nauli juga menjadi alasan kuat para pedagang Pasar Sibolga Nauli menjatuhkan pilihan kepada pasangan JP di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sibolga pada 9 Desember 2020 mendatang,” kata Bustanil seraya menyerukan tanggal 9 Desember 2020 mendatang para pedagang bersama-sama mencoblos pasangan nomor urut 1 Jamal-Pantas.

Pada kesempatan itu, Bustanil menyampaikan kalau keberadaan pasar dadakan di Kota Sibolga selama ini telah mengakibatkan para pedagang di Pasar Sibolga Nauli menjadi susah.

“Para pedagang juga selama ini seakan tidak dipedulikan. Pedagang sudah selayaknya mendapatkan perhatian,” ujar Bustanil.

Dalam sambutannya, Calon Walikota Sibolga Jamaluddin Pohan menegaskan kepada para pedagang akan meniadakan pasar dadakan itu bila pasangan JP kelak terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Sibolga.

“Ya, kita pastikan tidak akan ada pasar dadakan di Kota Sibolga bila pasangan Jamal-Pantas memimpin Kota Sibolga. Yang ada, pasangan Jamal-Pantas akan menata Pasar Sibolga Nauli lebih baik lagi. Bahkan aturannya akan diperkuat, sehingga kepemilikan kios misalnya tidak sampai jatuh ke tangan anggota dewan atau pun kepala dinas (Kadis),” ucap Jamal.

Untuk menata pasar Sibolga Nauli ini, sambungnya, pasangan JP memiliki keinginan untuk memindahkan terminal penumpang ke pinggiran kota, sebab keberadaan terminal di inti kota sudah tidak representatif.

“Jadi terminal yang berada disamping Pasar Sibolga Nauli layaknya dipindahkan ke pinggir kota agar pasar bisa semakin tertata. Sehingga bus-bus pengangkutan orang/penumpang dan barang juga tidak perlu lagi masuk kota, karena di terminal itu nantinya akan dibangun juga pergudangan barang,” tandasnya. (red/mik).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *