Keluar Rumah, Warga Sibolga Wajib Pakai Masker

  • Whatsapp
Ilustrasi pemakaian masker. (shutterstock)

SIBOLGA (RADAR)- Walikota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk MM mengimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas diluar rumah wajib menggunakan masker. Bagi warga yang membandel akan dikenakan sanksi.

“Hal ini merupakan langkah tepat dan efektif dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Kita akan memperketat pemakaian masker bagi masyarakat yang beraktivitas diluar rumah, sebagai upaya untuk menekan penyebaran Virus Covid-19,” kata Syarfi kepada wartawan, Kamis (28/05/2020) di Sibolga.

Bacaan Lainnya

Menurut pria yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sibolga itu, aturan pemakaian masker ini berlaku tidak hanya bagi warga Kota Sibolga yang beraktifitas di luar rumah, namun juga bagi seluruh pegawai baik ASN maupun tenaga honorer di ruang lingkup Pemko Sibolga, dan perkantoran lainnya yang ada di Kota Sibolga.

“Bahkan dalam waktu dekat, kami dari gugus tugas akan melakukan rajia terhadap kantor-kantor pemerintahan untuk melihat apakah masih ada ASN atau tenaga honorer yang tidak memakai masker. Jika ada kita temukan, bakal ada sanksi dari pimpinan masing-masing,” tegasnya.

Artinya, sambung Syarfi, aturan wajib pakai masker itu diterapkan dari dalam diri sendiri dulu, baik TNI/Polri, Kejaksaan, PN maupun instansi pemerintah lainnya.

“Setelah itu, nanti akan kita lakukan rajia di pusat keramaian seperti pasar, swalayan, cafe untuk melihat siapa pengunjung yang tidak menggunakan masker. Sebab pemakaian masker ini sendiri sesuai dengan petunjuk WHO,” jelasnya.

Saat ini, sambungnya, Pemko Sibolga bersama Tim Gustus P2 Covid-19 Kota Sibolga tengah menyusun skenario atau strategi untuk tatanan kehidupan normal baru atau konsep “the new normal” di tengah Pandemi Covid-19 di Kota Sibolga.

“Kehidupan normal baru atau “new normal”, adalah kehidupan normal sebagaimana biasanya, tapi tetap memperhatikan Protokol Pencegahan Covid-19. Tatanan kehidupan “new normal” ini sebelumnya juga telah disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar masyarakat di Indonesia tetap bisa produktif,” sebut Syarfi

Menurutnya, salah satu skenario atau strategi itu yakni dengan mewajibkan pemakaian masker oleh seluruh warga Kota Sibolga.

“Kemudian kita akan memaksimalkan aturan pembatasan dan jaga jarak pengunjung di tempat-tempat keramaian, khususnya di pusat-pusat perbelanjaan modern seperti swalayan. Bahkan dalam strateginya disana nantinya akan ditempatkan petugas dari TNI ataupun Polri,” kata Syarfi.

Syarfi mengatakan, strategi tatanan kehidupan “new normal” ini tidak lain sebenarnya adalah kelanjutan dari upaya-upaya penanganan pencegahan Covid-19 yang telah dilakukan oleh Pemerintah dan Gugus Tugas selama ini, sebagaimana dengan yang dilakukan oleh Pemko Sibolga bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sibolga.

“Namun karena masih ada kekurangan kami dalam penegasan dan sosialisasi pemakaian masker ini, makanya nanti ini akan kami wajibkan dan akan dirajia. Tapi setelah dilakukan sosialisasi lewat brosur dan maupun lisan,” tandasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *