Kajari Sibolga : Jangan Berpolitik Dibalik Wabah Covid-19

  • Whatsapp
RADAR NAULI Kajari Sibolga Henri Nainggolan disaksikan Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk dan warga saat memeriksa beras bantuan di Kantor Kelurahan Kota Beringin, Selasa (19/05/2020).

SIBOLGA (RADAR)- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga Henri Nainggolan mengaku geram serta kesal terhadap oknum yang menyebutkan beras bantuan dari Pemko Sibolga melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tidak layak dikonsumsi.

“Apa yang sudah dibuat oleh Pemerintah Kota Sibolga terutama dalam membantu warga masyarakat terdampak ekonomi akibat Covid-19 menurut kami sudah bagus, baik dari cara pendistribusian maupun kualitas sembako, khususnya beras yang dibagikan,” kata Henri dalam sambutannya di acara penyaluran sembako di sejumlah kelurahan di Kota Sibolga, Selasa (19/05/2020).

Henri mengaku, pihaknya sebagai Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Sibolga merasa terusik dengan adanya komentar-komentar miring, bahkan adanya oknum yang diduga “berpolitik” serta mencari panggung di balik wabah Covid-19.

“Informasi yang kita dapat, ada oknum yang menyebarkan informasi bahwa kualitas beras dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sibolga tidak layak konsumsi dan meminta penyaluran bansos ini dihentikan,” katanya.

Pria yang juga Wakil Ketua GTP2 Covid-19 Kota Sibolga itu menegaskan, Pemko Sibolga dalam melakukan penyaluran sembako bagi warga terdampak Covid-19 selalu berkoordinasi dengan Forkopimda, bahkan selalu melibatkan Forkopimda melakukan penyaluran.

“Bantuan sembako ini merupakan bentuk rasa sayang dan keprihatinan Pemko Sibolga kepada warganya dengan membagikan beras 25 kg, mie instan, telur, gula, minyak goreng dan susu. Dan perlu ditegaskan, dalam setiap pembagian, kami selalu membuka 1 karung beras yang dipilih secara acak untuk memeriksa dan membuktkan kualitasnya,” tegasnya.

Dia berharap, warga penerima bantuan untuk tidak mau terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan untuk memburuk-burukkan pemerintah dan juga Gugus Tugas P2 Covid-19 Kota Sibolga.

“Harapan kita, waraga penerima bantuan sembako untuk segera membuka beras yang sudah diterima sesampainya di rumah, untuk membuktikan apakah berasnya layak atau tidak di konsusmsi. Jangan menunggu satu atau dua hari baru dibuka, jangan sempat “masuk angin” baru dibuka,” tukasnya.

Seandainya pun jika ada beras yang diterima tidak sesuai harapan, sambungnya, segera dilaporkan kepada Kepala Lingkungan atau Lurah masing-masing agar beras yang diterima segera diganti. “Jika tidak direspon, sampaikan kepada saya, biar saya yang antar langsung ke rumah bapak dan ibu warga penerima. Jangan berikan kesempatan kepada oknum yang tidak bertangggung jawab “bermain politik “di balik wabah Covid-19,” tandasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *