Jamal-Pantas Diyakini Mampu Majukan Kota Sibolga

  • Whatsapp

(

Ketua DPD AMPI Kota Sibolga, Miryansah Pasaribu

SIBOLGA-RADAR), Ketua DPD AMPI Kota Sibolga Miryansah Pasaribu meyakini Kota Sibolga akan lebih maju dan sejahtera di masa kepemimpinan Jamaluddin Pohan dan Pantas Maruba Lumbantobing sebagai walikota dan wakil walikota yang baru.

Pria yangbakrab disapa Miyan itu mengatakan, kedua tokoh tersebut memiliki latar belakang sebagai pengusaha yang sukses, dan paham apa yang dibutuhkan masyarakat Sibolga.

“Keduanya pasti mampu merealisasikan visi dan misinya saat Pilkada lalu yaitu Mewujudkan Masyarakat Sibolga yang Sehat, Pintar dan Makmur. Tentu saja, Pemko Sibolga menyiapkan rancangan dan program yang tepat,” tegasnya seraya berharap, kedua pemimpin ini tetap kompak menjalankan roda pemerintahan yang good governance dan clean govermance selama masa jabatannya.

Jamal-Pantas juga, sambungnya, diharapkan segera membuat fundamental ekonomi yang lebih kuat melalui program jangka menengah dan jangka panjang, sehingga rakyat Sibolga hidup makmur dan sejahtera.

“Hal penting yang juga perlu mendapat perhatian adalah, bagaimana Sibolga bisa keluar dari status kota kecil terpadat di Sumatra Utara. Selain itu, jalanan di kota ini setiap harinya selalu padat dan macet. Hal itu salah satunya ditengarai parkir kendaraan sembarangan di jalan, karena umumnya pedagang atau pemilik toko tidak memiliki lokasi parkir,” bebernya.

Sebagai Ketua ormas AMPI, Miyan kemudian memberi saran dan masukan. Salah satu solusinya, Pemkot Sibolga dapat memperluas pembangunan infrastruktur jalan dan permukiman penduduk ke arah kawasan perbukitan.

Pemkot Sibolga dapat bekerja sama dengan Pemkab Tapteng membangun Ringroad (jalan lingkar) dari Desa Mela, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng, tembus ke Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan.

“Dan, kawasan permukiman penduduk yang baru akan terbuka. Akan tercipta kota atas dan kota bawah di Sibolga, seperti Kota Manado, Sulawesi Utara,” kata Miyan.

Kota atas berada di kawasan perbukitan, sedangkan kota bawah adalah kota lama yang berada di kawasan pantai.

“Menurut saya, tidak ada salahnya kita meniru kota lain yang lebih maju, kalau hal itu bisa diterapkan di Sibolga,” beber Miyan.

Tidak menutup kemungkinan akan terbuka kawasan pusat bisnis yang baru, dengan ketersediaan lapangan usaha dan keinginan warga untuk berusaha terpenuhi.

Dengan demikian, Pemkot Sibolga akan lebih mudah melakukan penataan (layout) daerah permukiman, perkantoran dan pusat bisnis masyarakat.

“Termasuk penataan kawasan pantai, bahwa setiap rumah harus menghadap ke pantai, tidak boleh membelakangi, sehingga lebih natural dan indah,” ujar dia.

Hal itu salah satunya ditengarai parkir kendaraan sembarangan di jalan. pedagang Jualan Sm raja harus ada parkirnya, jgn parkir di jalan..

Untuk ini, Pemkot Sibolga perlu menyesuaikan rencana umum tata ruang (RUTR) yang terintegrasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, sehingga Kota Sibolga menjadi lebih cantik dan indah sesuai namanya.

Hal itu telah diatur dalam UU 26/2007, tentang penataan ruang, salah satu butirnya menyebut bahwa kawasan strategis kabupaten/kota adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kabupaten/kota terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan.

“Perencanaan pembangunan ini harus dimulai oleh Wali Kota, Jamaluddin Pohan bersama Wakil Wali Kota, Pantas Maruba Lumbantobing,” katanya. (ril).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *