Asset Rumdis Walikota Sibolga, Sejumlah Barang Diakui Tidak Ditemukan

  • Whatsapp
(IST/RADAR NAULI), Sekda Kota Sibolga M Yusuf Batubara didampingi jajarannya foto bersama usai memberikan keterangan soal asset rumdis Walikota Sibolga, Senin (12/04/2021) di Kantor Walikota Sibolga.

SIBOLGA (RADAR)- Pasca dikosongkannya rumah dinas (rumdis) Walikota Sibolga yang beralamat di Jalan dr FL Tobing Kota Sibolga, sejumlah inventaris atau barang di rumah dinas tersebut diakui tidak berada ditempat atau tidak ditemukan keberadaannya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sibolga M Yusuf Batubara kepada wartawan membenarkan adanya sejumlah asset milik Pemko Sibolga yang menjadi inventaris rumdis Walikota Sibolga dan juga rumdis Wakil Wali Kota Sibolga diketahui tidak berada ditempat.

“Memang, sebelum masa jabatan Walikota Sibolga M Syarfi Hutauruk berakhir, beliau ada mengirimkan surat dan meminta saya agar memerintahkan Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan untuk menginventarisir beberapa barang yang akan dibawa beliau (Syarfi Hutauruk, red) dan akan digantirugi. Ada 7 item yang tertulis disitu,”  jelas Yusuf, Senin (12/04/2021) di Kantor Walikota Sibolga.

Turut mendampingi Yusuf, Plt Kepala Inspektorat Ichwan Simatupang, Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Budi MD Sibuea, Plt Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Perlengkapan Abdul Karim Nasution, Bendahara Barang Sekretariat Pemko Sibolga Sutrisno.

Mantan Kadis Kesehatan itu menjelaskan, bahwa sebenarnya ada mekanisme lelang atau pengambilan barang yang menjadi aset pemerintah, atau ada sebuah proses yang akan dilakukan hingga barang tersebut dapat secara resmi berpindah kepemilikan.

“Artinya, permohonan yang dilakukan oleh Pak Syarfi itu sudah benar. Selanjutnya ada lagi proses pemeriksaan, kemudian penghitungan nilai penyusutannya,” beber Yusuf.

Karena di Pemko Sibolga belum ada tenaga atau yang memiliki sertifikasi yang bisa menghitung penyusutan harga atau barang yang akan dilelang, sambungnya, maka diajukanlah ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk dilakukan penghitungan nilai barang.

“Setelah dapat harga, barulah Walikota memerintahkan supaya dilelang. Siapa yang menang dalam lelang, maka dialah yang berhak atas barang itu. Namun yang terjadi saat ini, proses itu belum terlaksana tetapi barang sudah tidak ada lagi di tempat,” kata Yusuf.

Menurut Yusuf, pemeriksaan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap aset yang berada dalam Rumdis Walikota dan Wakil Walikota Sibolga masih merupakan tahap awal sebelum dikeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK.

“Begitupun, harapan kita persoalan ini tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan dengan baik. Saya juga telah berupaya menghubungi mantan Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk melalui mantan ajudannya agar menyelesaikan persoalan ini. Apalagi soal aset ini juga sudah menjadi pembicaraan masyarakat, baik di media sosial maupun di warung-warung kopi,” ujarnya.

Sebelumnya, Sutrisno selaku Bendahara Barang pada Sekretariat Pemerintah Kota Sibolga mengaku, saat itu dia bersama Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sumut berkunjung ke Rumdis Walikota dan Wakil Walikota Sibolga.

“Kemudian, BPK memeriksa semua fisik yang ada dalam rumah dinas dan memang saat BPK melakukan pemeriksaan, ada item barang yang tidak berada di tempat dan itulah yang menjadi hasil dari pada temuan mereka,” jelasnya.

Dia merinci, asset yang tidak berada di tempat seperti yang tercantum dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) itu antara lain sofa, lemari makan, tempat tidur dan lainnya.

“Jadi berdasarkan KIB itulah BPK melakukan pemeriksaan. Dan diketahui barang-barang atau asset yang berada dalam rumdis tersebut hilang, setelah BPK melakukan pemeriksaan,” tukasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *